PDA

View Full Version : Sejarah Orang Minahasa !!!


brusly
15-10-08, 12:39 PM
Sejarah Garis Waktu

Disusun oleh : Roderick C. Wahr
Sumber : http://www.theminahasa.net/history


http://www.theminahasa.net/_pix/gondwanlandsm.gif
Tiupan Benua
(4 juta tahun SM)
Indonesia sudah ada sejak masa Pleistocene ketika dihubungkan dengan daratan Asia sekarang.

500.000 SM
Manusia Java (Homo Erectus) ditemukan di Jawa Timur.
Penduduk kepulauan Indonesia sebelumnya berasal dari India atau Burma.

3000 SM
Migrant (orang Malayu) datang dari Cina Selatan dan Indocina, dan mereka mulai mendiami kepulauan.

http://www.theminahasa.net/_pix/watupinawetengansm.jpg
Batu di Watu Pinawetengan
Batu di
Watu Pinawetengan
670
Sulawesi Utara tidak pernah membangun kekaisaran besar.
Di Sulawesi Utara pemimpin-pemimpin dari suku-suku yang berbeda, yang sama sekali bebicara bahasa yang berbeda, bertemu di batu yang dikenal sebagai Watu Pinawetengan. Disana mereka mendirikan perhimpunan negara yang merdeka, yang akan membentuk satu kesatuan dan tinggal bersama dan akan memerangi musuh manapun dari luar jika mereka diserang.

800
Kekaisaran Budha Sriwijaya dan Kerajaan Hindu Mataram muncul di Jawa dan Sumatra.

900
Keberadaan peradaban kuno di Sulawesi Utara bisa jadi berasal dari adanya batu pertama sarcophagi yang disebut Waruga.

1200
Pedagang Muslim dari Gujarat dan Persia mulai mengunjungi Indonesia dan mendirikan hubungan perdagangan antara negara ini dan India dan Persia.
Sepanjang perdagangan, mereka menyebarkan agama Islam diantara orang Indonesia, terutama sepanjang daerah pantai Jawa, seperti Demak.

1292
Kaisar Cina memberangkatkan banyak espedisi barang rongsokan ke Malaka, Jawa dan Maluku pada tahun 1292 - 1293. Ekspedisi Cina tersebut dilakukan untuk berperang atau untuk maksud berdagang. Ketika berdagang, kapal layar barang rongsokan ini membawa porselen keramik ke Minahasa. Mereka membawa keramik-keramik tersebut untuk ditukarkan dengan beras.

http://www.theminahasa.net/_pix/warugasm.jpg
1293
Permulaan Kerajaan Majapahit.

1335
Sekarang pemimpin-pemimpin penting dari suku Minahasa dikubur di sarcophagi, nisan yang berdiri, yang dinamakan Waruga.

1380
Jalur perdagangan Cina diikuti oleh pedagang-pedagand dari Arab. Salah seorang pedagang dari Arab, Sharif Makdon, pada tahun 1380, melakukan perdagangan dari Ternate, Wenang (sekarang Manado) dan lalu ke Philipina Selatan. Selain berdagang, pedagang-pedagang dari Arab ini melakukan penyebaran agama Islam di antara suku Manarouw Mangindanouw.

1500
Pedagang-pedagang Muslim mempengaruhi dan mengubah kerajaan Hindu menjadi Islam, yang pertama adalah Sultan Demak. Sultan Muslim ini yang kemudian menyebarkan agama Islam ke arah barat Cirebon dan Banten, dan kearah timur sepanjang pantai utara Jawa sampai kerajaan Gresik.


1511
Pedro Alfonso, seorang pelaut Portugal menemukan Ternate. Orang Portugis tiba di Indonesia, setelah penakhlukan mereka terhadap Kekaisaran Islam Malaka. Kemudian disusul oleh kapal Spanyol. Keduanya mulai menyebarkan agama Kristen dan yang paling berhasil adalah di Minahasa/Sulawesi Utara dan Maluku, yang juga dikenal sebagai Moluccas. Tetapi, tidak sampai kedatangan Belanda bahwa Kristen menjadi agama utama di Sulawesi Utara.
D'Abulquergue, pemimpin kapal-kapal Portugis membuka jalur laut menuju gugusan kepulauan Maluku.

1512
Armada perdagangan Portugis secara resmi mengirim Antonio de Abreu ke Maluku. Pada tahun tersebut Portugis juga mengirimkan tiga kapal layar ke Manarow (Pulau Manado Tua). Dari pulau tersebut orang Portugis memina pertolongan dari suku Babontehu untuk memperkenalkan mereka kepada kepala Walak Wenang, Dotu Ruru-Ares.


http://www.theminahasa.net/_pix/manadotuasm.jpg
Teluk di Manado
Orang Portugis sudah melihat banyak kapal barang rongsokan Cina di Teluk Manado. Selain itu, dari pelaut-pelaut Cina orang Portugis memperoleh lokasi Macao (dan kemudian ditemukan pada tahun 1523).

http://www.theminahasa.net/_pix/bayofmanadosm.jpg
1518
Maksud kedatangan orang Portugis ke Wenang adalah untuk menyewa sebidang tanah. Tetapi tujuan untuk menyewa tanah di Wenang gagal karena kepala Walak Ruru-Ares tidak setuju untuk memberikan mereka sebuah tempat. Setelah kegagalan ini Portugis kemudian melakukan perjalanan ke Uwuran (sekarang Amurang) dan disana mereka mendirikan Benteng Amurang.
Ketika mereka tiba di Uwuran, Portugis yang saat itu membawa lebih banyak pedagang dan pimpinan rohani dari pada serdadu, belum berani memasuki daerah pedalaman. Mereka hanya mampu mendirikan benteng-benteng batu di tepi pantai dan pulau di sekitar Minahasa, seperti di Siauw.
http://www.theminahasa.net/_pix/amurangbaysm.jpg
Teluk di Amurang
1520
Sementara itu Sultan Demak di Jawa membawa kehancuran kerajaan Majapahit yang sangat kuat. Sebuah kekaisaran Muslim yang kuat berkembang dengan pusatnya di Melaka (Malaka) di Semenanjung Malayu.

1521
Jalur ke kepulauan Maluku baru didirikan oleh Portugal. Sebelumnya pemimpin kapal-kapal Spanyol, Ferdinand Magelhaens, menemukan sebuah jalur pelayaran seperti yang pernah dilakukan oleh Portugis. Perbedaannya adalah bahwa jalur ini dilakukan di sekitar tanjung Amerika Selatan melintasi Samudera Pasifik dan mendarat di Kepulauan Sangir Talaud di Laut Sulawesi.
Orang Spanyol mendirikan kantor perdagangan (Loji) di Wenang, yang berlokasi di pasar 45 (sekarang Pasar Jengky), dengan izin dari kepala Walak Wenang, yang pada waktu itu adalah Dotu Lolong Lasut.

http://www.theminahasa.net/_pix/banhankiongtemple.jpg
Kelenteng
Ban Han Kiong, Manado
Sejak kantor perdagangan Spanyol sudah ada, orang Cina mulai mendirikan tempat mereka dekat kantor tersebut. Sebelumnya orang Cina serta Portugis menurunkan barang-barang mereka di pulau Manarow, yang pada waktu itu lebih terkenal dengan Spanyol-Portugis daripada Wenang.
Spanyol menjadikan pulau Manarow sebagai tempat persinggahan untuk mengambil air minum. Dari pulau itu kapal-kapal Spanyol memasuki daratan Sulawesi Utara melalui Sungai Tondano (sekarang Sungai Manado).
Pengembara-pengembara Spanyol membuat kontak dengan penduduk melalui perdaganan ekonomi tukar menukar, yang dimulai di Uwuran (Amurang) di pinggir sungai Rano I Apo. Barang-barang yang ditukar adalah beras, damar, madu dan hasil hutan lainnya yang ditukar dengan ikan dan garam.


Lanjut...,

brusly
15-10-08, 12:45 PM
http://www.theminahasa.net/_pix/minahasagirlsm.jpg
1523
Walaupun wanita-wanita yang tinggal di sekitar tepi laut sudah banyak yang bersuamikan orang Portugis, penduduk wanita di daerah pegunungan hanya menikah dengan orang-orang kulit putih asal Spanyol. Salah satu contoh adalah seorang wanita muda dari Kakaskasen Tomohon yang bernama Lingkan Wene yang menikah dengan seorang Kapten Spanyol yang bernama Juan de Avedo. Kemudian anak lelaki dari pasangan suami istri ini diberi nama Mainalo Wula'an karena mempunyai mata bulat bening (Indo Spanyol). Perkawinan wanita Minahasa dengan pria asal Spanyol ini ternyata tidak disukai oleh orang Portugis karena orang Portugis beranggapan bahwa Spanyol akan memegang kontrol terhadap daerah Minahasa.

1540
Orang Eropa mendatangi daerah Sulawesi Utara; daerah yang secara nominal tunduk kepada Sultan Ternate, yang menuntut penghormatan dari suku-suku pantai dan memperkenalkan agama Muslim diantara beberapa penduduk bahari.
Ketika orang Portugis memperoleh kekuatan dan pengaruh di Ternate dan menjadikan Sultan tersebut budak mereka, mereka juga mengambil milik Minahasa dan mendirikan pabrik di Wenang.

http://www.theminahasa.net/_pix/minahasamap1679sm.gif
Peta Minahasa 1679
1541
Nama Manado ditempatkan di peta dunia oleh kartografer Nicolas Desliens. Pada mulanya peta tersebut menunjuk pada pulau Manarow (sekarang Manado Tua), tetapi, ketika Wenang menjadi pusat perdagangan, nama Manado menunjukkan Wenang, menjadikan kepulauan Manarow menjadi Mando Tua.
Minahasa menjadi penting bagi orang Spanyol karena tanah subur dan pernah digunakan oleh Spanyol untuk menanam kopi yang datang dari Amerika Selatan, untuk di dagangkan di Cina. Untuk alasan itu Manado dibangun untuk menjadi pusat perdagangan bagi pedagang Cina yang berdagang kopi di Cina.

http://www.theminahasa.net/_pix/datulolonglasutsm.jpg
1550
Spanyol telah mendirikan benteng di Wenang dengan cara menipu Kepala Walak Lolong Lasut menggunakan kulit sapi dari Benggala India yang dibawa Portugis ke Minahasa. Tanah seluas kulit sapi yang dimaksud spanyol adalah tanah seluas tali yang dibuat dari kulit sapi itu. Spanyol kemudian menggunakan orang Mongodouw untuk menduduki benteng Portugis di Amurang pada tahun 1550-an sehingga akhirnya Spanyol dapat menduduki Minahasa.

1570
Portugis dan Spanyol bersekongkol membunuh raja Ternate sehingga membuat keributan besar di Ternate. Ketika itu banyak pedagang Islam Ternate dan Tidore lari ke Ratahan.
Serangan bajak laut meningkat di Ratahan melalui Bentengan, bajak laut menggunakan budak-budak sebagai pendayung. Para budak tawanan bajak laut lari ke Ratahan ketika malam hari armada perahu bajak laut dirusak prajurit Ratahan – Pasan.

http://www.theminahasa.net/_pix/duyfkensm.jpg
1595
Ekspedisi pertama Belanda ke Asia dengan tujuan untuk mencapai pulau bumbu. 'Compagnie van Verre' memberangkatkan tiga kapal yang diperlengkapi dan dipersenjatai dengan baik di bawah pimpinan Cornelis de Houtman (1565-1599) dan Gerrit van Beuningen. Kapten Pieter Dirksz de Keyser mempunyai rute gambaran dari Jan Huygen van Linschoten (1563-1611) yang pernah mengadakan perjalanan dengan sebuah kapal Portugis. 'Mauritius', 'Hollandia' dan 'Amsterdam', diiringi oleh kapal pesiar kecil 'Duyfken', berangkat pada tanggal 2 April 1595 dari Texel dan tiba di Bantam, sebuah pelabuhan lada yang paling penting di Jawa Barat, pada Juni 1596. Perjalanan tersebut mengalami kesulitan dengan banyaknya pertikaian dan kehilangan banyak jiwa. Pada Agustus 1597 ketiga kapal tersebut kembali dengan 87 orang yang selamat dari 249 awak kapal pada mulanya. Walaupun secara keuangan tidak berhasil perjalanan tersebut telah membuktikan bahwa perjalanan ke Asia memungkinkan.

1598
http://www.theminahasa.net/_pix/bantamsm.jpg
di pelabuhan Bantam
'Oude Compagnie' (perpaduan dari sebuah perusahaan yang baru didirikan dengan Compagnie van Verre) dari Amsterdam melengkapi sebuah armada yang berdiri dari delapan kapal di bawah komando Jacob van Neck (1564-1638). Ini disebut 'Tweede Schipvaart' (Pelayaran Kapal Kedua) yang sangat sukses dan kembali dari Bantam satu tahun kemudian dengan empat kapal yang penuh muatan. Kapal lainnya berlayar menuju ke kepulauan Molucca. Wijbrand van Warwijck (1569-1615) berlabuh di Celebes, Ambon dan Ternate, Jacob van Heemskerck (1567-1607) berlabuh di Banda. Juga di pelabuhan Middelburg, Veere dan perusahaan Rotterdam yang didirikan memberangkatkan sebanyak 14 kapal ke Aisa, di bawah komando antara lain Gerard le Roy, Cornelis de Houtman and Olivier van Noort (1559-1627).

1599
http://ttp://www.theminahasa.net/_pix/dutchincouncilofambon1599sm.gif
di Ambon, 1599
Oude Compagnie memperlengkapi keseluruh 7 kapal di bawah komando Steven van der Haghen (1563-1624) dan Jacob Wilckens, 'Nieuwe Brabantse Compagnie' memperlengkapi 4 kapal dibawah komando Pieter Both (1550-1615). Steven van der Haghen mendapat izin penggunaan kastil Van Verre di Ambon dari penduduk semenanjung Hitu yang ditukar dengan bantuan militer untuk melawan orang Portugis. Sebuah serangan pada benteng Leitimor milik Portugis di Ambon timur mengalami kegagalan. Cornelis de Houtman berlabuh di Atjeh dan meninggal dalam sebuah pertemburan melawan penduduk lokal.

1600
Belanda membantu kepala suku Maluku untuk mengeluarkan orang Portugis, yang pengaruhnya di negara ini mereka peroleh, dan dipertahankan terus-menerus sejak itu.

Bendera VOC
http://www.theminahasa.net/_pix/vocflag.gif
Kamer van Hoorn
1602
Pada 20 Maret 1602 'Staten Generaal' Belanda mengeluarkan sebuah monopoli perdagangan dan pengapalan di Asia selama 21 tahun lamanya sampai 'Verenigde Oost-Indische Compagnie', VOC. Paten ini di perpanjang di tahun-tahun yang akan datang. Perserikatan Jendral juga memperbolehkan VOC membangun benteng dan bertransaksi sebanyak mungkin kerugian kepentingan Portugis dan Spanyol di Asia.
Perusahaan tersebut mempunyai enam bagian atau "kamar" di Belanda, di kota Amsterdam, Middelburg, Rotterdam, Delft, Hoorn dan Enkhuizen. Kamar-kamar tersebut dilengkapi kapal masing-masing, yang manajemen-nya ditentukan oleh 'Heren Zeventien', sebuah komisi yang terdiri dari pimpinan-pimpinan delegasi dari enam Kamar, yang secara bergiliran bertemu di Amsterdam dan Middelburg. Aset perusahaan (6.5 juta guilders) dikumpulkan oleh pemegang saham yang menerima deviden (keuntungan saham) menurut pembagian keuntungan dari kepulangan kargo-kargo dari Asia ke Republik.
http://www.theminahasa.net/_pix/kamervanhoornsm.jpg

1603
Armada pertama VOC sebanyak dua belas kapal yang bersenjata berat ditempatkan di bawah komando Steven van der Haghen. Salah satu tugasnya adalah menyerang bangunan Portugis di Goa dan Mozambik. VOC mendirikan sebuah pos perdagangan di Bantam, yang mana sudah pernah di lakukan oleh Inggris setahun sebelumnya.
Spanyol membangun sebuah benteng di Maluku.
Penguasa-penguasa Manado ingin menyingkirkan para penyerbu Spanyol. Mereka meminta pertolongan dari VOC Belanda di Ternate.

Clove Plant

Pohon Cengkeh
1605
Steven van der Haghen mengeluarkan orang Portugis dari Maluku dan membaptiskan benteng Leitimor menjadi Fort Victoria. Dia merancang sebuah kontrak dengan penduduk Hitu untuk persediaan cengkeh. Sedangkan dengan Banda sebuah perjanjiaan dibuat untuk persediaan pala.

1606
Orang Spanyol dari Filipina menyerbu Benteng Tidor yang ditinggalkan oleh orang Portugis di Halmaheira.

1607
Kapal-kapal VOC untuk pertama kali memasuki bandar Manado untuk membeli beras dan bahan pangan lainnya yang diperlukan sebagai bekal bagi perjalanan menuju daratan Cina. Namun mereka tidak berhasil karena larangan Spanyol yang telah menguasai niaga Sulawesi-Utara. Gubernur Cornelis Mattelief dari Batavia mengutus Jan Lodewijk Rossingeyn menjalin hubungan niaga, namun ditolak oleh Spanyol.
VOC menjalin hubungan persahabatan dengan para pemuka kesultanan Maluku pada tahun 1607 yang dendam terhadap Spanyol. Hal ini terjadi karena Spanyol menangkap Sultan Sahid Berkat dan mengasingkannya ke Manila. Pihak kesultanan Ternate mendekati Belanda sebagai pengimbang menghadapi kekuatan Spanyol.

1610
http://www.theminahasa.net/_pix/clove.jpg
Usaha pendekatan dengan Minahasa dilanjutkan ketika pimpinan VOC di Batavia mengutus Kapten Verhoeff yang juga mengalami kegagalan. Verhoeff memberi laporan lengkap mengenai potensi yang dimiliki Minahasa hingga menarik minat Batavia untuk menguasai Sulawesi Utara bagi kepentingan keamanan VOC di Maluku.
Jaminan keamanan dari VOC diperoleh Ternate ketika pangerah Sahid, Sultan Modafar diangkat menduduki singgasana kepemimpinan pada 1610 tanpa gangguan Spanyol.

1614
Pihak VOC mulai mengkonsolidir sebuah angkatan perang di Ambon untuk merebut Laut Sulawesi dari orang Sepanyol. Pertempuran singkat Spanyol-Belanda berkecamuk pada bulan Agustus dikepulauan Siau, yang mana dimenangkan oleh Belanda. Setelah kekalahan di Siau, Spanyol memusatkan kekuatannya di Manado. Untuk menghadapi serbuan Belanda mereka membangun sebuah benteng dipesisir kota itu yang berhadapan dengan pulau Manado Tua.

1617
Steven van der Haghen ditunjuk menjadi gubernur Ambon.

brusly
15-10-08, 12:49 PM
1630
http://www.theminahasa.net/_pix/oldtondanoweddingsm.gif
Tondano (pernikahan lama)
Anak Lingkan Wene yang bernama Mainalo Wula’an dinikahkan dengan gadis asal Tanawangko. Hasil perkawinan mereka membuahkan anak laki-laki yang kemudian dinamakan Mainalo Sarani. Kelak menanjak dewasa, Mainalo Sarani diberi gelar Muntu-Untu sementara istrinya di beri gelar Lingkan Wene.
Muntu-Untu dan Lingkan Wene dibabtis menjadi Kristen oleh Missionaris asal Spanyol bernama Ordo Fransiscan. Kemudian mereka memperoleh status sebagai Raja Manado.
Simon Kos, seorang Belanda, pejabat VOC di Ternate memasuki tanah Minahasa dibawah pengaruh Spanyol. Kos melaporkan hasil perjalanannya kepada Batavia yang waktu itu menjadi pusat pemerintahan dibawah kekuasaan persekutuan dagang, ‘Verenigde

http://www.theminahasa.net/_pix/batavia1730sm.jpg
Batavia thn 1730
Kos melaporkan bahwa Sulawesi Utara cukup potensial, baik lahan maupun posisi letaknya strategis sebagai jalur lintas rempah-rempah dari perairan Maluku menuju Asia-Timur.
Kehadiran Belanda dan Inggris sebagai adi-kuasa di perairan Maluku memberi angin bagi para walak tanah Minahasa untuk mengusir Spanyol dari Minahasa dengan melakukan pendekatan kepada pihak Belanda yang telah menguasai Ternate setelah berhasil menyingkirkan kekuatan Portugis diperairan Maluku.
Pendekatan terjadi ketika tiga kepala walak masing-masing: Supit, Paat‚ dan Lontoh‚ melakukan misi diplomasi dan berhasil menemui perwakilan VOC di Ternate pada 1630.

1634
http://www.theminahasa.net/_pix/spiceislandssm.jpg
Maluku
Perang di Maluku dimana VOC mencoba menyelenggarakan monopoli cengkeh dengan cara kekerasan. Dengan bantuan mitra lokal persediaan untuk konsumen lain (penyelundupan secara VOC) dicegah dan perkebunan cengkeh dimusnahkan.
Tindakan keras VOC tersebut menyebabkan banyaknya perlawanan dengan penduduk Hitu dan menimbulkan pertempuran yang berdarah. Hitus mendapatkan bantuan dari raja Ternate dan sultan dari Gowa.
Makassar di Gowa adalah pusat perdagangan penting di Celebes (Sulawesi) Selatan dimana bumbu didagangkan diluar VOC.

1637
Van Diemen melakukan aksi keras terhadap pasukan Ternate di Hoamoal (di Seram).

1645
Kepala-kepala walak Minahasa, Umbo (Tonsea), Lonta’an (Kakaskasen), Lumi (Tomohon), Taulu (Wenang), Kalangi (Ares), Posuma (Tombariri), Sawij (Jurubahasa), memakai perahu raja Siaw untuk berlayar ke Ternate. Mereka ingin menjalin kerjasama dengan V.O.C Belanda. Orang–orang Minahasa ini jelas bukan golongan Walian, mereka adalah kepala-kepala Walak dan Kepala Walak Minahasa adalah dari golongan Tona'as.

1648
Spanyol kehilangan dominasi terhadap Laut Sulawesi antara penguasa Spanyol dengan Belanda di Eropa melalui Perjanjian Munster.

1651
Perang antara Belanda dan Portugal dilanjutkan. Di Ceram-Barat (Hoamoal) pemberontak-penberontak dari Ternate membunuh 150 orang anggota VOC dengan istri dan anak-anak mereka.
Spanyol mengirim Bartholomeus de Soisa dari Filipina untuk mempertahankan posisi Sulawesi-Utara terutama tempat penghuni masyarakat Minahasa.
Spanyol menduduki daerah Uwuran dan beberapa tempat dipesisir pantai dengan bantuan prajurit asal Makassar. Karena yang terakhir ini mengklaim Sulawesi-Utara sebagai bagian dari wilayah kesultanan Makassar.

1655
Arnold de Vlamingh dari Outshoorn (1608-1661) mengakhiri perang di Maluku dengan paksaan. Hoamoal di Ceram-Barat dihancurkan dan penduduk-penduduknya diusir ke Ambon. Ternate juga dihukum
Orang Belanda di Minahasa lebih kuat dibanding Spanyol.
Pendudukan Espanyol di Minahasa menimbulkan reaksi Belanda di Ternate. Dibawah pimpinan Simon Kos, pada akhir tahun Belanda mendarat secara paksa di muara sungai dan langsung mulai membangun benteng.

1658
Pembangunan Benteng ‘De Nederlandsche Vastigheit’, dari kayu-kayu balok sempat menjadi sengketa sengit antara Spanyol dengan Belanda. Kos berhasil meyakinkan pemerintahannya di Batavia bahwa pembangunan benteng sangat penting untuk mempertahankan posisi Belanda di Laut Sulawesi. Dengan menguasai Laut Sulawesi, posisi Belanda di Maluku akan aman terhadap Spanyol.

1660
Untuk mengurangi produksi berlebihan penanaman cengkeh di Ambon dikontrol mulai saat itu. Penanaman dan pemanenan di kontrol ketat, pohon yang kelebihan di cabut.

Februari 1661
Awal tahun 1661, dengan bantuan sepenuhnya dari Batavia, Kos berlayar dari Ternate menuju Manado disertai dua kapal perang Belanda, Molucco dan Diamant. Kekuatan ini mengalahkan orang Spanyol dan Makasar hingga ke Manado dan Amurang.

1662
Spanyol mundur dari Ternate dan Tidore