PDA

View Full Version : buntut Kelangkaan Semen diSulut


brusly
19-09-08, 09:54 AM
Bila Terbukti Sebabkan Kelangkaan Semen
Buka Hotline Pengaduan, Pengawas Diturunkan


MANADO- Kasus kelangkaan semen di daerah ini yang diduga kuat akibat permainan orang dalam di Unit Pengepakan Semen di Bitung, tidak saja membuat pemerintah dan aparat kepolisian turun tangan. Pasalnya, Direksi PT Semen Tonasa yang berpusat di Makassar pun menseriusinya.
Terbukti, tim pengawas yang terdiri dari empat orang langsung diterbangkan ke Manado.
‘’Setelah saya membaca berita di Manado Post online pada edisi Selasa 16 September, saya langsung melaporkan hal ini ke direksi dan tim pun langsung diturunkan. Keesokan harinya kami empat orang langsung ke Manado. Setiba di bandara Sam Ratulangi, kami langsung ke Bitung untuk memeriksa orang-orang di sana,’’ ujar Abdul Rachmat Noer, Kepala Biro Pemasaran Wilayah I (Pulau Sulawesi), kemarin.
Tim yang diturunkan dari Makassar sendiri terdiri dari Abdul Rachmat Noer, Amir Jainudin (Kepala Departemen Satuan Kerja Audit Internal), M Kasim Ma’mun (Kepala Departemen Sumber Daya Manusia), dan Labani (Koordinator Keamanan).
Sesuai dengan bidangnya masing-masing, keempat orang ini menginterogasi dan memeriksa semua orang-orang dalam di Unit Pengepakan Semen di Bitung. Namun sayangnya mereka tidak menemukan adanya bukti seperti yang diadukan pihak toko dan distributor.
‘’Kami langsung melakukan pemeriksaan. Soal adanya kaki tangan distributor, tidak ada buktinya. Sistim antrian yang kacau, langsung kita benahi jadi sistim proporsional. Orang dalam yang menjual DO, kita juga tidak menemukan buktinya. Soal kelebihan muatan, itu ulah oknum sopir dan bukan ulah distributor,’’ beber Rachmat, yang juga mantan wartawan grup Manado Post di Makassar.
Karena itu Rachmat mengaku pihaknya membuka hotline pengaduan ke Biro Pemasaran Wilayah I. ‘’Masyarakat, toko bangunan, atau distributor yang merasa dipermainkan, segera laporkan kepada kami. Tetapi mohon pengaduannya harus menyertakan bukti, tidak sekedar gossip atau fitnah. Agar kita juga tidak asal menindak. Jika bukti jelas, orang tersebut langsung kita tindak, bahkan sampai kepada tindakan pemecatan. Karyawan itu dilarang menjual semen. Di Makassar kita baru saja memecat karyawan kendati nilai uang yang didapatnya hanya Rp4 juta. Tetapi kami tidak mau kredibilitas Semen Tonasa jadi rusak. Perusahaan juga dirugikan karena karyawan menjual semen tanpa melalui prosedur,’’ ujar Rachmat.
Setelah memeriksa orang-orang di Unit Pengepakan Semen Tonasa di Bitung, malamnya tim ini memanggil para pimpinan di Bitung dan pihak distributor. Mereka dikumpulkan di Hotel Gran Puri. Kedua belah pihak pun dimintai penjelasannya masing-masing kenapa terjadi kelangkaan semen di Sulut.
Ditemukan antara lain adanya ketidakseimbangan antara supply dan demand pasar Sulut. ‘’Perlu diketahui bersama kebutuhan semen nasinal per tahun mencapai 46 juta ton. Sementara 11 pabrik semen di seluruh Indonesia hanya mampu memproduksi 37 juta ton. Sementara empat pabrik yang paling besar yakni Semen Gresik, Tonasa, Semen Padang, dan Tiga Roda tahun ini hampir bersamaan tidak produksi. Karena empat pabrik ini melakukan perbaikan mesin (service). Ibarat kendaraan, tiap berapa kilometer harus diservice. Kalau tidak, mesin yang merata sudah tua ini bisa rusak. Akibatnya permintaan akan semen menumpuk,’’ jelas Rachmat.
Rachmat pun berharap, Bosowa dan Tiga Roda juga dimintai pertanggungjawaban mereka. Sebab kebutuhan semen di Sulut dari tahun 2007 yang hanya 600 ribu ton, tahun 2008 ini meningkat menjadi 800 ribu ton. Sementara pihak Tonasa tidak ada penambahan pabrik semen. Kemungkinan tahun 2011 baru ada pabrik baru yang akan beroperasi. Jadi selama 2 tahun ke depan masih akan terjadi kelangkaan. ‘’Kebutuhan semen di daerah ini memang terbesar kedua setalah Sulawesi Selatan. Apalagi semenjak pak Sarundajang jadi gubernur, pembangunan infrastruktur di Sulut tumbuh pesat. Permintaan semen di daerah ini bertumbuh 25 persen,’’ ujar Rachmat.
Akibat kelangkaan, terjadi kepanikan pasar. Kepanikan ini memicu konsumen memborong semen. Kepanikan ini juga membuat toko mengirim mobil sebanyak-banyaknya ke Bitung. Akibatnya, timbul kost. Ada yang empat hari antri. Mobilnya nganggur di Bitung. Dampaknya, muncul praktek-praktek orang dalam. Mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk menjual jasa kepada mobil-mobil yang antri. ‘’Karena itu masyarakat juga diimbau agar tidak panik dan jangan memborong semen,’’ harap Tonasa.
Dari hasil pertemuan di Gran Puri itu, didapat solusi terbaik diantara yang terburuk. Tonasa akan melakukan pembenahan secara terpadu dan terintegrasi.
Mulai dari marketing, distribusi, keamanan (security), pengawasan (Auditing), hingga SDM. Marketing, Tonasa akan menghabiskan sisa DO Outstanding (diutamakan). Dilakukan pembatasan pembukaan DO baru, berdasarkan stock semen di UPS Bitung. Pembenahan dan pengaturan system antrian secara proporsional (Berdasarkan target penjualan distributor). Disepakati oleh seluruh distributor.
Larangan memberi sesuatu dalam bentuk apapun oleh distributor kepada personil di UPS Bitung untuk kelancaran pelayanan truk. Serta membuka Hotline Pengaduan ke Biro pemasaran Wilayah I (SMS HP: 0811419157, Telp 0411 312674, Fax 0411 311973, Email: rachmat@sementonasa.co.id ) Pengaduan menyertakan bukti tidak sekedar gossip/ fitnah
Untuk distribusi, pengiriman semen curah dilakukan secara terencanan dan terjadwal. ‘’Hari Sabtu kami akan kirim 4.600 ton. Selasa minggu depan juga kami kirim lagi sebanyak itu. Karena total selama September ini akan kami kirim 32 ribu ton. Itu semua akan kita awasi terus,’’ janji Rachmat.
Untuk urusan keamanan (security), Tonasa mengirim tenaga keamanan dari kantor pusat untuk mengawal dan mengawasi titik rawan terjadinya tindakan pungli di UPS Bitung. Mulai tempat pendaftaran truck, timbangan, matching dan packer/pemuatan.
Dan, melarang pihak yang tidak berkepentingan memasuki daerah kerja tertentu di wilayah UPS Bitung. Berikut, menyelesaikan kasus Welly Rumayar di kepolisian.
Sementara untuk pengawasan, Tonasa akan melakukan audit terhadap semua proses bisnis di unit kerja UPS Bitung dan seksi penjualan Sulut Gorontalo. Tonasa juga mengevaluasi kembali SOP yang berlaku di UPS Bitung.
Terakhir urusan SDM, PT Semen Tonasa akan melakukan pembinaan terhadap semua karyawan di UPS Bitung. Bagi yang melakukan pelanggaran, penyalahgunaan wewenang, atau penyimpangan prosedur, akan langsung ditindak tegas sampai pada pemecatan. (myw)

sumber ; www.mdopost.com

Intruder_01
03-10-08, 10:42 PM
Kemana Dinas2 yg terkait dlm masalah ini? Ini membuktikan masih kurangnya pengawasan instansi yg terkait di tingkat penjual semen.

FLY_AWAY
09-10-08, 01:23 PM
Bagi2 info:

Sebenarnya semen tidak kosong tapi terjadi penimbunan disalah satu tempat.

Tapi para distributor menyimpan karna ada kenaikan harga dari pabrik dalam waktu dekat :D

(berdasarkan survei) :) :)